Showing posts with label Regional. Show all posts
Showing posts with label Regional. Show all posts

Tuesday, 2 February 2016

Massa Bakar Motor Polisi

motor polisi dibakar
Sepeda motor polisi dibakar
Bireuen ~ Sebuah sepeda motor milik anggota polisi lalu lintas Polres Bireuen dibakar massa. Insiden tersebut berawal saat dua anggota Polantas mengejar mobil pikap hingga menabrak satu unit sepeda motor dan menewaskan dua orang warga.  Peristiwa ini terjadi pada jalan lintas Bireuen-Takengon, KM2 atau di desa Cot Masjid, Kecamatan Juli, Selasa (2016/02/02).

Menurut warga setempat, kejadian itu bermula saat dua anggota mengejar polisi lalu lintas dari sebuah truk pickup yang menerobos lampu lalu lintas di Simpang Empat, Kota Bireuen. Sesampainya di seluruh wilayah, pengemudi pikap kehilangan kendali dan menabrak pengendara sepeda motor yang menyebabkan dua orang tewas di tempat.

Warga yang emosi hampir menilai anggota polisi. Beruntung, mereka telah dievakuasi dari kerumunan. Warga marah, kemudian melepaskan kemarahannya dengan membakar sepeda motor patroli polisi lalu lintas itu.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Inspektur M. Ali Bireuen Gaddafi mengakui kedua anggota yang melakukan pengejaran ke sebuah truk pickup sebagai mencurigakan. Menurut dia, setelah menabrak sepeda motor, sopir pikap memprovokasi warga.

Akibat kejadian ini dua pengendara sepeda motor tewas. Kedua Amanda Safira (8) dan Tarmizi (25). Kedua desa Mee Teungoh, Kecamatan Juli. Sementara dua siswa lainnya yang kritis sekarang dalam perawatan intensif di rumah sakit BMC Bireuen.

 

Polisi Melumpuhkan Penculikan Pejabat Di Aceh

Penculikan Pejabat Aceh
Penculikan Pejabat Aceh
Lhokseumawe - Polisi Aceh berhasil melumpuhkan dua pelaku penculik Sekretaris Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Aceh di Gereugok Desa, Gandapura, Bireuen Kabuputen, Senin (1/2).

Dalam video amatir yang kita miliki, baik kepala saya ditemukan terpisah. Kedua aktor tewas setelah bentrokan selama 15 menit, masing-masing Isharuddin (39) dan Bermawi (37).

Dari tangan pelaku polisi menyita senjata api laras panjang jenis SS1, jenis FN pistol dan 7 megazin.
Sebelumnya tidak dikenal, penculikan terhadap Kamal Basri (42), Sekretaris Unit Layanan Pengadaan Pemerintah di Aceh berjumlah empat orang. Mereka kecewa untuk korban karena selama ini korban tidak pernah memberikan proyek.

Kedua aktor tewas setelah bentrokan selama 15 menit, masing-masing Ismuharuddin (39) dan Bermawi (37), warga Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara. Dari tangan pelaku polisi menyita laras panjang jenis SS1 senjata api, pistol dan 7 megazin.

Menurut Direktur Jenderal Reserse Kriminal (Ditreskrimum) Aceh Komisaris Polisi Nurfalah, kedua pelaku terpaksa dilumpuhkan karena menyerang petugas dengan senjata api. Kedua pelaku kemudian dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Cut Mutia Lhokseumawe untuk di otopsi.

Dalam insiden itu, polisi berhasil membebaskan Kamal Basri (42), Sekretaris Unit Layanan Pengadaan Pemerintah Aceh setelah memberikan uang tebusan sebesar Rp 700 juta. Polisi masih memburu dua pelaku lainnya yang identitasnya keduanya dikenal.


Wednesday, 30 December 2015

Galery Penyerahan Senjata Din Minimi

Detik-detik Penyerahan Senjata Din Minimi cs, Aceh Timur, Selasa 29 Desember 2016
Detik-detik Penyerahan Senjata Din Minimi cs, Aceh Timur, Selasa 29 Desember 2016
Jakarta - Din Minimi dan pengikutnya menyerah dan meminta amnesti kepada Presiden. Pramono Agung Sekretaris Kabinet menyatakan permintaan telah disampaikan kepada Presiden Jokowi.
"Tentunya, jika memang kepala intelijen diusulkan amnesti, sebenarnya sudah ada yurisprudensi ketika pemerintah pada waktu itu dengan Keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2005, di mana Bapak Presiden mengeluarkan dekrit amnesti umum dan abolisi kepada Aceh Gratis gerakan, "kata Pramono di kantornya Gedung III Sekretariat Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2015).

Selain itu, pemerintah juga ingin upaya untuk menyelesaikan masalah kekerasan dengan langkah-langkah halus. Upaya perdamaian dengan kelompok Din Minimi adalah contoh bagaimana isu kekerasan dapat diselesaikan tanpa tembakan atau suara lain.
Langkah intervensi langsung oleh Siregar Sutiyoso disebut Sekretaris Kabinet telah dikenal oleh Presiden Jokowi.
"Bahkan dalam sebuah dekrit yang diatur sebelum mereka menyerah, turun, dapat diberikan amnesti, baik di dalam dan luar negeri juga dapat diberikan amnesti," kata Pramono.

Dapat dipertimbangkan
Sebelumnya, Komisi III mengawasi panggilan hukum amnesti bisa dilakukan. "Secara hukum dapat dianggap diberikan. Kami akan menunggu masukan dari pemerintah untuk memberikan amnesti kepada para pihak," kata Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2015/12/30 ).
Jika amnesti diberikan, harus ada janji Minimi Din dan kelompoknya tidak mengulangi kejahatannya. Signal amnesti diberikan oleh Aziz.
"Ini bisa saja diberikan. Komisi III bisa memahaminya, tentu saja dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku," kata politisi Golkar.

Din Minimi meminta amnesti untuk dirinya sendiri dan 120 anggota yang baru saja turun gunung. Adapun puluhan anggota yang sekarang di penjara, juga meminta untuk diberikan amnesti.
Fasilitator BIN kepala Sutiyoso sudah menghubungi pejabat terkait. Menurut dia, hal itu dapat dilakukan.
"Saya sudah menghubungi Jokowi, Menkum HAM, dan Ketua Komisi III DPR," kata Sutiyoso
























Tuesday, 29 December 2015

Profil Din Minimi Akhirnya Menyerah...

Din minimi dan anaknya
Akhir cerita Din Minimi Menyerah. "Pat ujeun yang tan pirang, tan pat prang yang reuda." Tidak ada hujan yang tidak berhenti, tidak ada perang yang tidak mereda. Gambar Aceh akhirnya berlaku untuk Minimi Din, pemimpin kelompok bersenjata yang terdiri dari sekitar 15 orang. Setelah lama hutan pengepungan gerilya hutan menghindari pasukan keamanan, Din Minimi akhirnya kembali ke masyarakat pada Senin malam, 28 Desember 2015.

Din Minimi berita beredar dengan cepat menuruni gunung. Disebutkan, begitu turun gunung, Din Mimini langsung ke rumah orang tuanya di Desa Pertanian Baro, Julok, Aceh Timur.
Kepala desa setempat, Yusri, menegaskan hal itu. "Ya Bang Din telah kembali ke rumahnya di Desa Pertanian Baro, setelah matahari terbenam sebelumnya," kata Yusri Keuchik

Namun, tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana proses Din Minimi berhasil dijinakkan.
Sinyal Din Minimi turun gunung benar-benar muncul beberapa hari sebelumnya. Abidin Abdul Hadi yang mengungkapkan hal itu kepada wartawan. Pada saat itu, Ketua Aceh Yayasan Hak Asasi Manusia, kata Din Minimi turun gunung dalam waktu dekat.

Dihubungi lagi setelah Minimi Din merembes turun gunung, dia akrab disapa Adi Maros itu membenarkannya.Tak tanggung-tanggung, kembalinya Din Minimi disambut oleh Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso.

Dia mengatakan, setelah orangtuanya bertemu, Din Minimi diterbangkan ke Jakarta melalui Banda Aceh.
Nama Minimi Din menjadi buah bibir setelah muncul di surat kabar menyatakan perang terhadap Pemerintah Aceh. Sementara menunjukkan senjata di koran, kata mantan anggota GAM di Pemerintahan Aceh yang kini dipimpin oleh pemimpin GAM selama pada awalnya, tidak lagi memegang amanah.
"Kami siap untuk melawan pemimpin Aceh dengan cara apapun, karena mereka tidak lagi dapat dipercaya. Banyak mantan GAM kombatan, janda dan anak yatim dari konflik saat ini tinggal keprihatinan," kata Din saat ditemui wartawan di lokasi bersembunyi

Menariknya, Din mengaku kembali jika pemerintah siap untuk memenuhi permintaannya. Dia sudah siap untuk menyerahkan senjata mereka.
"Kamoe akan melawan sampoe pemerintah abeh darah Kamoe. Tetapi jika pemerintah geupeunuhi yang Kamoe lakee, Kamoe PIH siap untuk kembali, dan lengan Kamoe kursi keu memenuhi syarat, baik polisi," (Kami akan berjuang pemerintah sampai darah kita habis . Tapi jika tuntutan kami dikabulkan, kami kembali ke masyarakat dan senjata kita serahkan ke pihak kepolisian), "kata Nurdin.
Meskipun membantah terlibat dalam serangkaian tindak pidana, pada kenyataannya, nama Din Minimi sering dikaitkan dengan tindakan perampokan dan penculikan. Din Minimi juga disebut-sebut mengeksekusi mati dua intelijen militer di Nisam, Aceh Utara di Juli 2015.

Profil Din Minimi

Sudah hampir dua tahun berburu polisi Din Minimi. Setelah menembak intelijen militer, tentara mengepung semakin berlipat ganda. Tapi Din lolos meskipun beberapa anak buahnya tertangkap dalam razia.
Din Minimi adalah kompleks swasta. Keluarganya telah terlibat dalam GAM sejak awal gerakan ini didirikan pada tahun 1976. Beberapa sumber mengatakan nama Minimi melekat namanya diwarisi dari ayahnya, dikenal sebagai bapak Minimi.

"Di rumah ayahku di Gunung Geureudong Pase Minimi mengadakan pertemuan pertama perjuangan GAM (di Pase yang) di masa lalu," kata sumber yang menolak ditulis.
Yang mengatakan, ayah saya ditembak dengan pistol Minimi minimus, tapi tidak transparan karena memiliki ilmu kekebalan tubuh. Itulah sebabnya, rekan memanggilnya Ayah Minimi.
Namun petualangan Minimi ayah berakhir setelah pasukan keamanan menyapu terjaring di Alue Ie Puteh, Baktya Kecamatan, Aceh Utara, pada saat konflik bersenjata. Sumber itu mengatakan, sejak saat itu ayah hilang Minimi. Sumber lain mengatakan, setelah terjaring, hancur oleh kendaraan Minimi ayah mati.
Menurut sumber, Dini lahir di Julok Minimi, Aceh Timur. Dia adalah seorang mantan kombatan. Akhirnya pada hari-hari awal perdamaian di Aceh, Din Minimi tidak pernah kembali ke Gunung Geureudong Pase, rumah orang tuanya.
Selain ayahnya, Din Minimi juga kehilangan dua saudara perempuan. Seorang saudari tewas dalam pertempuran antara GAM dan TNI pada tahun 2004. Sementara saudaranya satu kali lebih hilang konflik. Sampai saat ini, dia tidak tahu adiknya masih hidup atau mati.

Dari sebuah sumber organisasi lainnya berhimpunnya tempat mantan kombatan, Komite Peralihan Aceh (KPA) Aceh Timur, konfirmasi resmi yang diperoleh Minimi Din bergabung dengan GAM sejak tahun 1997. Dia mengikuti jejak ayahnya di masa lalu.
"Beutoi, gobnyan pernah jeuet keu KPA. Tapi kemudian memisahkan Droe karena kleuet bacut (Benar, ia telah menjadi anggota dari NAC, tetapi kemudian memisahkan diri karena liar itu)," kata sumber yang menolak disebutkan diidentifikasi lagi ditulis.
Di mata sumber-sumber ini, Din adalah bertempramen pribadi yang tenang, tapi tinggi. Keterangan sumber juga dikonfirmasi oleh dewan KPA pusat.
Penelusuran dari sumber lain menyebutkan berselisih Din Minimi dengan papan KPA lain ketika pemilu 2012. Pada saat itu, NAC membawa pemimpin pasangan GAM Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf.
Sementara merapat ke Minimi Din Muhammad Nazar, mantan gubernur wakil dari Aceh yang maju ke pemilihan gubernur arena pada tahun 2012.
Sejak itu, Din memilih jalan sendiri. Lama menghilang, nama itu kemudian dikaitkan dengan sejumlah kejahatan di Aceh Timur.
Namun, sekarang Din Minimi petualangan lebih. Dia memutuskan untuk turun gunung pada 28 Desember 2015







Din Minimi: Saya salut Pemerintah Pusat Sama, Karena Mereka Peduli Dan persuasif Lebih Dari Pada Pemerintah Aceh Sekarang
* Sutiyoso Kepala BIN: Mereka pejuang Rakyat Aceh, saya Memastikan Keamanan dan Kesejahteraan 120 Anggota Din Minimi, Ingat Mereka Tidak Pemberontak!

Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Sutiyoso terbang ke Aceh. Sutiyoso kemudian pergi ke suatu tempat dalam waktu tiga jam dari kota Lhokseumawe. Di lokasi itu ia berdiskusi dengan melakukan negosiasi dengan kelompok-kelompok bersenjata Din Minimi, GAM pecahan.
"Saya bernegosiasi dengan Minimi Din Din dan rumah Minimi saya pidah. Saya tidur dengan mereka dan akhirnya mendapat kesepakatan," kata Sutiyoso saat berbincang dengan detikcom, Selasa (2015/12/29).
Menurut Sutiyoso, setelah negosiasi, ada 120 anggota kelompok bersenjata yang menyerah Minimi Din.
"Ada 15 senjata dan 1 karung amunisi," jelasnya.
Menurut Sutiyoso, pemimpin kelompok Minimi Din tidak geng, mereka kooperatif. "Mereka lari ke hutan karena kecewa dengan elit GAM. Mereka tidak pernah dirampok," kata Sutiyoso.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti

"Itu sebabnya saya katakan sebelumnya proses hukum terus terjadi," kata Badrodin.
"Ya jika dari perspektif polisi jika ia belum diserahkan ke polisi dia pelaku belum tertangkap," tambahnya.
Kepala BIN Sutiyoso,:
"Sekarang dia lagi di rumahnya. Sekali lagi istrinya, kau tidak menyapu," kata Sutiyoso saat ditanya wartawan tentang keberadaan saat Minimi Din.
Untuk membujuk Din Minimi ingin turun gunung, Sutiyoso melibatkan fasilitator Aceh Damai, Juha Chirstensen. Pasalnya, Juha memiliki banyak akses ke mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka.
Sutiyoso memilih Din Minimi di pedalaman Aceh Timur di mana kelompok itu bersembunyi. Untuk sampai di sana, Sutiyoso harus melakukan perjalanan selama empat jam.
Badrodin juga mengatakan bahwa cerita tentang penyerahan Din Minimi yang lama akan dilakukan, tapi pertama hanya janji saja.
"sudah, saya katakan pergi ke depan jika Anda ingin menyerah. Karena Din Minimi telah lama bersedia untuk menyerah, tidak pernah wakil koordinasi sama Wakil Gubernur kepala Aceh, Din Minimi ingin menyerah, tapi kami sudah menunggu ada realisasinya. Jadi kemarin Pak Menkopolhukam,

Monday, 28 December 2015

Aceh Singkil Kembali Berdarah

Korban penembakan di Aceh Singkil
Korban penembakan di Aceh Singkil
BANDA ACEH - Koordinator Mahasiswa dan Pemuda Peduli Singkil (AMPPS), Mawardi, penegakan hukum mengutuk penangkapan sewenang-wenang dari dua pemimpin Muslim di kabupaten. Dia menilai bahwa penangkapan Ustad Munir Yakarim Zainal dan pada tanggal 24 Desember 2015 sekitar pukul 23.00 WIB, merupakan bentuk kezaliman pihak kepolisian terhadap Muslim.

Hal ini disampaikan oleh Mawardi , Minggu 27 Desember 2015. Mereka juga mengutuk sikap Bupati dan Wakil Bupati Singkil untuk tidak cepat dan terkesan lambat untuk mengekang gereja ilegal tidak berlisensi.
"(Mereka) tampaknya membela non-Muslim. Jika demikian Bupati dan Wakil Bupati Singkil untuk menjual atau menggadaikan agama, lebih baik mundur," kata Mawardi.

Ampess juga meminta kepala polisi provinsi Inspektur Jenderal Polisi untuk merilis angka Husein Hamidi Forum Ummat Islam (FUI), Zainal Abidin, yang masih ditahan karena membawa pisau 30 sentimeter panjang ketika bergaul dengan rombongannya. Mawardi mengatakan Zainal Abidin Ustad penahanan dapat memberikan efek yang berbahaya bagi keberlanjutan hubungan yang harmonis antara masyarakat agama di Aceh Singkil.

"Jangan biarkan kepala polisi baru menjadi pemegang alat rezim untuk menindas rakyat," kata Mawardi.
Dalam siaran pers, Mawardi membantu mengungkap tersangka penembakan terhadap non-Muslim di pembakaran gereja tidak berlisensi beberapa waktu lalu yang belum ditangkap. Kondisi ini berbanding terbalik dengan pelaku pembakaran diduga telah ditangkap oleh petugas dari gereja.
"Pria bersenjata masih tertawa manis anggur kedai, aktor intelektual masih menikmati kebebasan dan kursi sebagai jika tidak ada nilai-nilai toleransi bagi kaum minoritas di Singkil," katanya.

Dia juga menilai bahwa pemerintah Aceh menarik perayaan Natal di gereja-gereja tanpa izin disalahartikan oleh minoritas non-Muslim. Hal ini dibuktikan dengan mendirikan tenda-tenda di lokasi rumah ibadah yang telah dihancurkan diskriminasi sangat terkesan dan korban.
"Ini akan sangat naif, pemerintah daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Singkil diam dan tidak menjelaskan masalah ini. Selain itu, Kepala Singkil tidak mengambil tindakan tegas atas pelanggaran yang dilakukan oleh minoritas non-Muslim Singkil," katanya.

"Masalah-masalah ini menunjukkan ada konspirasi dari pemerintah dan penegak hukum berwenang dengan non-Muslim, yang mengarah ke perjanjian kebenaran untuk Bupati dan Wakil Bupati Singkil dengan non-Muslim hari lain

Akhirnya Din Minimi Cs Turun Gunung dan Menyerah..

Foto : Sutiyoso Ka. BIN RI, Din Minimi dan Juha Christensen Saat Menjenguk Orang Tua Din Minimi
Banda Aceh | Din Minimi Cs yang saat ini sedang diburu aparat keamanan di Aceh akhirnya ingin menetap dan turun gunung. Sekitar 30 orang melihat ke bawah melalui jalan Keude Geurubak menuju Idi Kota, Aceh Timur, Kepolisian Aceh dikawal perwakilan dan anggota Komando Militer IM, Senin (28/12/2015).
dari pukul 22.00 WIB anggota Minimi Din tiba di kota Idi tepatnya dipasang di persimpangan jembatan Keude geurubak menyambut hujan deras. Menurut dia, mereka jatuh dari daerah Bayu Seunubok kabupaten Banda Alam. Kemudian, kata dia, mereka juga dikawal tim dari Uni Eropa pergi ke Kuta Binje dan kemudian langsung pergi ke Banda Aceh untuk mendamaikan.
"Dari Idi mereka menggunakan mobil Hilux Pilih U Kuta Binje, ada anggota mereka juga turun gunung melalui sana, maka mereka akan pergi langsung ke Banda Aceh," katanya.

Pemimpin kelompok bersenjata yang telah diburu petugas keamanaan, dilaporkan menyerah setelah negosiasi dengan aparat keamanan.
Namun, belum diperoleh konfirmasi dari berita yang berhubungan dengan keamanan yang telah beredar melalui jejaring sosial sejak beberapa jam lalu.
Yusri, keuchik Gampong Baro Lapangan, Julok Kecamatan, Aceh Timur dihubungi Serambinews.com, tadi malam, hanya mengatakan Din Minimi telah kembali ke rumahnya setelah matahari terbenam.
"Ya Bang Din telah kembali ke rumahnya di Desa Pertanian Baro, setelah matahari terbenam sebelumnya," kata keuchik Yusri, Senin (2015/12/28) malam.
Namun Keuchik Yusri tidak tahu dengan siapa Din Minimi rumah.
"Yang saya tahu Bang Din sudah pulang, tapi anggota lain saya tidak tahu karena mereka memiliki istirahat, dan aku punya simpati di Gampong Buket Seraja," katanya.
Sementara itu, dalam upaya untuk menemukan kebenaran informasi, Serambinews.com bersama dengan sejumlah awak media lainnya masih berkumpul di Mapolsek Julok, Aceh Timur.

Kelompok bersenjata di Aceh yang dipimpin oleh Nurdin bin Ismail atau lebih dikenal sebagai Din Minimi diburu lebih dari satu tahun oleh TNI / Polri.
Tetapi orang yang suka memakai kamuflase kaos selalu lolos.

Namun eksploitasi mantan kombatan dari Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dilaporkan memiliki alias menyerah dijemput turun gunung dengan Badan Intelijen Negara (BIN), Letnan Jenderal (Purn) Sutiyoso, Senin (28/12/2015 ) malam.
Bahkan penyampaian informasi tidak lagi menjadi isu belaka. Karena informasi pada kembali Din Minimi diperoleh Serambi (Tribunnews.com Network) dari Yusri, Keuchik Gampong Baro Lapangan, Julok Kecamatan, Aceh Timur.
"Ya, Bang Din (Din Minimi-red) telah kembali ke rumahnya di Desa Pertanian Baro setelah matahari terbenam Senin malam," kata Yusri Keuchik.
Tidak semudah itu untuk Din Minimi kembali ke rumahnya. Karena sebelum itu rumah Din Minimi, polisi dan jajaran Polda Aceh Timur dibantu dari Polda Aceh telah tiba. Bahkan sekali bentrokan meskipun ia masih lolos penyergapan.

Jaminan informasi Din Minimi turun gunung juga tercermin dari foto yang beredar, Senin (2015/12/28) malam.
Terlihat Ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) sedang duduk di sisi kanan Din Minimi.
Ex-GAM yang sering membawa AK 47 itu seperti menjelaskan sesuatu untuk menunjukkan tangan kanannya di lantai.
Pada Din Minimi kiri duduk Juha Christensen mengenakan kacamata putih dan mengenakan. Orang kulit putih adalah mantan penasehat politik kepada Ketua Aceh Monitoring Mission (AMM), yang juga telah aktif dalam Manajemen Krisis Initiaves (CMI) Finlandia dan Interpeace.

Informasi yang diperoleh Serambi, Sutiyoso tidak sendirian datang untuk menjemput Din Minimi. Bersama Sutiyoso juga Deputi II BIN, Mayor Tamrin, Direktur 23, Brigadir Jenderal Zulfazdi Juni.
Mereka dikabarkan tiba di kota Lhokseumawe, Senin (28/12/2015) pagi. Kedatangan mereka ke Petro Dollar City cukup rahasia.
Kelompok ini tiba di bandara pada 7:45 Malikulsaleh di Muara Batu, Aceh Utara, menggunakan pesawat Jenis H-800 XP.
Pada 08:35 rombongan tiba di Hotel Lido Graha di desa Jalan Merdeka Timur Uteun Cot, Muara Dua, Lhokseumawe.

Berikut kelompok disambut, antara lain, oleh Iskandar Muda Militer Panglima Mayjen Agus Kriswanto, kepala polisi provinsi Inspektur Jenderal Polisi Husein Hamidi, dan Cabinda Aceh, Brigjen Gaguk Susatio.
Setelah sarapan, dilanjutkan dengan pertemuan tertutup di ruang Direksi Hotel Lido Graha. 12:30 pertemuan dan kepala kelompok BIN istirahat di Hotel Lidho Graha. Sementara Iskandar Muda Komandan Militer (IM) kembali ke Mes Lilawangsa.
Tapi ketika dihubungi Serambi Banda Aceh, Senin (28/12/2015) malam, dan komandan kepala militer polisi mengklaim berada di Lhokseumawe. Kedua pejabat militer dan polisi mulai berbicara begitu menyentuh masalah pengiriman ekonomis Din Minimi.

Sementara lainnya mengembangkan informasi, informasi Minimi Din pengajuan akan disajikan dalam konferensi pers di London, Selasa (29/12/2015).
Namun, beberapa pihak berwenang tidak membenarkan atau membantah informasi tersebut.
Seperti diketahui, Din Minimi adalah mantan kombatan GAM di Oktober 2014 menyatakan penentangannya terhadap Pemerintah Aceh.
Dia menuduh Pemerintah Aceh, yang dipimpin oleh mantan GAM tidak menyadari program reintegrasi serius bagi mantan kombatan, serta janda dan anak yatim korban konflik.

Perlawanan dengan senjata membuat paling dicari Kepolisian Aceh Minimi sosok Din dan personil militer. Karena lebih dari 15 tersangka kekerasan bersenjata.
Bahkan penculikan dan pembunuhan dua anggota militer dari Aceh Utara Komando Distrik Militer pada tanggal 23 Maret disebut-sebut dilakukan oleh kelompok Din Minimi.
Jenderal Hussein Hamidi dan staf mereka sering meminta Din Minimi untuk menyerah. Namun Din Minimi mengabaikannya meskipun ada sejumlah rekan-rekan yang telah dibunuh oleh aparat timah panah atau ditangkap hidup-hidup.

Namun Senin (2015/12/28) Din Minimi  dilaporkan turun gunung untuk dijemput Sutiyoso menyerah.
Entah bagaimana kelanjutan proses dengan cara apapun atas tindakan kelompok bersenjata yang dipimpin oleh Din Minimi selama lebih dari satu tahun di Aceh.

Sunday, 27 December 2015

Krueng Tiro Meluap Kapolsek Mutiara Timur Banjir

 Kapolsek Mutiara Timur Tergenang air
Beureunuen ~Krueng tiro (Red: Sungai Tiro) minggu 27/12/2015 kembali meluap mengakibatkan banjir sekitar Kapolsek Mutiara Timur, Jojo, beure'ueh dan sekitarnya. Air mulai naik diperkirakan jam 20.00 wib. dan hingga jam 12.00 malam air belum surut.
sementara sungai sungai sekitar nya air mulai menaiki bentangan tepi sungai dikhawatirkan luapan sungai Masih Berlanjut karena hujan masih mengguyur bumi tanah rencong..

Masyarakat mulai berbondong dijembatan ini

Luapan Krung Tiro
luapan krueng tiro

Sementara  di Langsa

Jembatan Ambruk Hutan Kota Paya Bujok Langsa
Jembatan Ambruk Hutan Kota Paya Bujok Langsa

 Seratusan warga dilaporkan jatuh ke sungai buatan dengan kedalaman tiga meter akibat jembatan gantung di Hutan Kota, Paya Bujok Seuleumak, Kecamatan Langsa Kota, ambruk, Sabtu, 26 Desember 2015, sekitar pukul 17.40 WIB. Delapan orang harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Langsa. Hal ini disampaikan Kapolres Langsa AKBP Sunarya SIK melalui Kabag Ops AKP Jatmiko saat melihat kondisi jembatan gantung itu.
Menurut Jatmiko, delapan orang yang dilarikan rumah sakit (RS) hanya mengalami luka ringan di bagian kaki dan badan akibat benturan dengan besi ketika seling jembatan sebelah utara dan selatan lepas, sehingga jembatan oleng. "Seluruh warga yang berdiri di atas jembatan jatuh ke sungai buatan ini. Peristiwa ini akan kita tindaklanjuti setelah olah TKP," katanya.
Petugas Bale Jurong Hutan Kota, Edi Phonna mengatakan, peristiwa ini karena warga tidak peduli imbauan yang sudah ditempel di tiang jembatan bahwa kapasitas/daya tampung jembatan maksimal 40 orang. "Tapi hal ini tidak didengar oleh warga. Mereka sangat ramai menyesaki jembatan, sekitar seratusan orang," ujarnya.
Sejak jembatan gantung itu selesai dibagun, setiap hari libur banyak warga berkunjung membawa anak-anak atau anggota keluarga mereka. "Jadi ketika kejadian ini mereka ada sedang berfoto, selfie, ada yang sedang melihat kolam dari atas jembatan," kata dia.
"Begitu putus tali seling jembatan, warga semua panik, kami pun di sini langsung memberi pertolongan dengan mengevakuasi anak-anak serta perempuan seperti ibu-ibu yang jatuh ke sungai buatan dengan kedalaman tiga meter ini," ujar Edi Phonna.
"Kami juga dibantu beberapa warga, dan tim reaksi cepat dari BPBD Langsa pun sempat diterjunkan untuk proses evakuasi warga yang jatuh ke sungai buatan ini, lalu dilarikan ke rumah sakit," katanya.


Sedangkan Di Sabang

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Sabang

Setelah dilanda cuaca panas selama sepekan, Minggu (27/12) pagi wilayah Kota Sabang kembali diguyur hujan deras disertai angin kencang. Meski cuaca buruk , namun sejauh ini belum mengganggu arus transsportasi laut.
Meski angin kencang disertai hujan deras terus menerus menerjang wilayah Kota Sabang pada Minggu pagi hingga menjelang siang, namun sejauh ini belum mengganggu arus transportasi laut
Hal ini dibenarkan Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Balohan, Abdurrani, yang mengakui bahwa, kendati sempat diterpa angin kencang disertai hujan deras, namun
hal ini belum mengganggu pelayaran kapal Sabang-Ulee Lheu, Banda Aceh.
Dua kapal lambat KMP BRR dan KMP Tanjung Burang tepat belayar mengangkut penumpang dan barang dari Balohan-Ulee Lheu atau sebaliknya. Begitu juga halnya kapal cepat KM Express Bahari 3B dan KM Express Cantika berlayar seperti biasa.
“Cuaca buruk telah mengakibatkan ombak di perairan Sabang lumayan besar. Tetapi belum mengganggu pelayaran kapal.

Sunday, 20 December 2015

Kalimantan Utara Diguncang Gempa Skala 6,1 R

Kalimantan Utara Diguncang Gempa
NUNUKAN ~ Gempa dengan kekuatan 6,1 skala richter mengguncang kabupaten nunukan, kalimantan utara.
gempa bersentra di laut pada koordinat 3,61 lu,117.67 bt atau 29 km timur laut tminuman beralkoholan kaltim dengan kedalaman 10 kilometer. warga nunukan mencicipi gempa yang berpribadi pada pukul 02:47 wib itu.

salah satunya warga jalan borneo, zulviqor. dia mengaku guncangan gempa membuat perabotan didapur berjailahi.
"baru kali ini gempa disini membuat kaget. barang barang di dapur berjailahi. pribadi lari keluar aku," ujarnya, senin (21/12/2015).

meski terkeinginan cukup kencang guncangan gempa bumi kali ini, namun dari sms dari bpbd kabupaten nunukan melaporkan tidak ada potensi tsunami.

hingga pukul 03:30 wib, bpbd kabupaten nunukan belum mendapatkan laporan adanya bangunan yang rusak parah atau korban jiwa dalam gempa bumi paling kuat yang selama ini terjadi di wikayah kalimantan tersebut.

"belum ada laporan adanya korban jiwa sejauh ini. saat ini petugas jaga pribadi berpatroli melihat keadaan," ujar petugas BPNDkabupaten nunukan hasannudin.

Kepala Basarnas Ikut Pencarian Kapal KM Marina

Marsekal Madya F Henry Bambang Soelistyo 
Makassar  -  kepala Basarnas, f henry bambang soelistyo dijadwalkan akan memantau proses pencarian korban kapal tenggelam km marina di teluk bone, senin (21/12/2015) .
hal tersebut dihinggakan oleh direktur operasi Basarnas sulsel, brigjen tni ivan ahmad rizki titus ketika ditemui di kantor Basarnas sulawesi selatan.
"besok bapak fhb soelistyo akan tiba sekitar pukul 08.00 wita dan akan pribadi menuju ke kolaka untuk melihat proses pencarian korban," kata ivan.

soelistyo akan didampingi deputi potensi Basarnas dan direktur operasi Basarnas sulsel.

tak hanya memantau pencarian, fhb soelistyo juga akan mengunjungi korban km marina yang telah ditemukan dan dirawat di rumah sakit.
"setelah memantau pencarian, mudau juga akan mengunjungi korban selamat yang dirawat di rumah sakit," kata ivan.

hingga minggu (20/12/2015) siang, sekira pukul 14.15 wita data yang dihimpun oleh tribun timur (tribunnews.com network)  terkait jumlah korban km marina baru yang ditemukan sebanyak 37 penumpang.
empat penumpang ditemukan di wilayah siwa kabupaten wajo sulawesi selatan dan 33 penumpang ditemukan di wilayah kolaka utara, sulawesi tenggara.
jumlah keseluruhan yang ditemukan tiga diantaranya tewas ketika ditemukan di kolaka utara.
inperpaduan tersebut dihinggakan eksklusif oleh kabid humas polda sulselbar, kombes pol frans barung mangera.
"ijin melaporkan hingga ketika ini total penumpang yang ditemukan sebanyak 37 orang, tiga diantaranya meninggal dunia," kata barung melalui pesan whatsapp.

KM Marina Masih Belum Ditemukan.

Tim SAR melakukan evakuasidan pencarian penumpang KM Marina
Belasan anggota basarnas tampak sibuk di kantor basarnas, jln bandar baru makassar, sulawesi selatan, senin (21/12/2015) .
beberapa di antaranya tampak menulis nama-nama korban km marina di kertas yang ditempel di dinding, ada juga yang sibuk menelpon berkoordinasi dengan tim basarnas yang sedang berada di tkp.
meski tak ikut dalam proses pencarian korban, para anggota basarnas yang siaga di kantor tak kalah sibuknya.

mereka mengumpulkan data-data baru setiap menitnya untuk disampaikan ke pusat, awak media maupun pihak-pihak yang membutuhkan informasi.
syamsul rizal salah satunya, ia mengaku selama ada kejadian, ia bekerja 24 jam nonstop di kantor basarnas.

"kami bekerja di sini 24 jam nonstop mengumpulkan informasi-informasi terbaru dari teman-teman di lapangan," kata syamsul.
sementara itu direktur operasi basarnas sulsel, ivan ahmad rizki mengatakan akan terus memantau perkembangan terbaru di lapangan.
"kami selalu standby di sini mempersiapkan segalanya, termasuk kedatangan kabasarnas besok," kata ivan.

Saturday, 19 December 2015

Banjir Bandang Padang tiji, laweung, Reubei kecamatan delima Aceh Pidie.

banjir jalur utama padang tiji
ilustrasi
Sigli - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh kini semakin bergilir terutama Aceh pidie, dulu daerah Beureunuen yang terkena banjir kini beralih ke daerah Reubei kecamatan Delima, laweung, padang tiji, dan wilayah sekitarnya

Air diperkirakan mulai naik pukul 17.00 wib. (sabtu 19/12/2015) sore, karena semalaman hujan tak berhenti hingga jam 14.00 wib. petang, asal air dari luapan Krueng Kunyet dan kini telah merendam desa yaitu Dayah Tanoh, Baro, Mesjid dan Gampong Piala.

Berikut gambarnya walaupun airnya mencapai 20 cm tapi sekitar pasar padang tiji mencapai 80 cm...

banjir padang tiji

banjir laweung




Banjir padang tiji





 

Copyright © Kode . All rights reserved. &